Minggu, 06 Desember 2009

KONSEP BELAJAR MANDIRI

Belajar mandiri bukan berarti



belajar sendiri.
Seringkali orang menyalahartikan belajar mandiri sebagai belajar sendiri. Kesalahpengertian tersebut terjadi karena pada umumnya mereka yang belajar di sekolah yang gurunya tidak hadir cenderung untuk belajar sendiri tanpa guru, tutor atau teman sekolah. Akan tetapi siswa lebih suka belajar karena ada guru dan kalau tidak ada gurunya, maka aktivitas belajar berhenti. Belajar mandiri berarti belajar secara berinisiatif, dengan ataupun tanpa bantuan orang lain, dalam belajar.

Sebagai siswa yang mandiri, Anda tidak harus mengetahui semua hal. Anda juga tidak diharapkan menjadi siswa jenius yang tidak membutuhkan bantuan orang lain. Salah satu prinsip belajar mandiri adalah Anda mampu mengetahui kapan Anda membutuhkan bantuan atau dukungan pihak lain. Pengertian tersebut termasuk mengetahui kapan Anda perlu bertemu dengan siswa lain, kelompok belajar, tutor, atau bahkan teman yang belajar di sekolah lain. Bantuan/dukungan dapat berupa kegiatan saling memotivasi untuk belajar, misalnya, mengobrol dengan tetangga yang belajar di sekolah lain, seringkali dapat memotivasi diri kita untuk giat belajar. Bantuan/dukungan dapat juga berarti kamus, buku literatur pendukung, kasus dari surat kabar, berita dari radio atau televisi, perpustakaan, informasi tentang jadwal kegiatan, kursus/les, dan hal lain yang tidak berhubungan dengan orang.

Yang terpenting adalah Anda mampu mengidentifikasi sumber-sumber informasi. Identifikasi sumber informasi ini dibutuhkan untuk memperlancar proses belajar Anda pada saat Anda membutuhkan bantuan atau dukungan.



Tidak ada komentar: